Melampaui Matahari Terbit: Menjelajahi Dunia Anime dari Negara Lain
Ketika kita mendengar kata "anime", secara otomatis pikiran kita akan melayang ke Jepang, negeri asal seni animasi yang khas ini. Dengan mata besar, rambut berwarna-warni, ekspresi emosional yang intens, dan alur cerita yang seringkali mendalam dan kompleks, anime Jepang telah merebut hati miliaran penggemar di seluruh dunia. Namun, seiring dengan globalisasi dan kemajuan teknologi, batas-batas geografis dalam dunia animasi mulai kabur. Kini, fenomena "anime-like" atau animasi yang sangat terinspirasi oleh gaya dan estetika anime Jepang, telah tumbuh subur di berbagai belahan dunia, menciptakan identitas unik mereka sendiri.
Artikel ini akan membawa kita dalam perjalanan untuk menjelajahi bagaimana negara-negara lain, dari Asia Timur hingga Amerika Utara dan Eropa, telah mengadopsi, mengadaptasi, dan bahkan berinovasi dalam gaya anime, menghasilkan karya-karya yang memukau dan beragam.
1. Tiongkok: Bangkitnya Donghua dengan Kekuatan Naga
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah muncul sebagai kekuatan dominan baru dalam industri animasi, terutama dengan fenomena yang dikenal sebagai Donghua (动画). Berbeda dengan anime Jepang yang sebagian besar masih mengandalkan animasi 2D tradisional, banyak donghua terkemuka Tiongkok diproduksi dalam format 3D CGI yang sangat canggih, meskipun animasi 2D berkualitas tinggi juga semakin populer.
Pertumbuhan donghua didorong oleh pasar domestik yang sangat besar, investasi pemerintah yang signifikan, dan adaptasi masif dari web novel atau manhua (komik Tiongkok) yang populer. Donghua seringkali menampilkan cerita epik yang kaya akan mitologi Tiongkok, seni bela diri (wuxia), kultivasi (xianxia), atau sci-fi futuristik.
Karakteristik Utama Donghua:
- Visual 3D CGI yang Detail: Banyak donghua top seperti Battle Through the Heavens, Soul Land, atau Swallowed Star menggunakan 3D CGI yang sangat realistis untuk karakter dan lingkungan, menciptakan adegan aksi yang spektakuler dan dunia yang imersif.
- Adaptasi Novel/Manhua: Sebagian besar donghua sukses adalah adaptasi langsung dari karya tulis atau komik yang sudah memiliki basis penggemar besar. Ini memastikan audiens awal dan mengurangi risiko produksi.
- Tema Budaya Tiongkok: Donghua seringkali menggabungkan elemen budaya, sejarah, dan filosofi Tiongkok yang kaya, memberikan nuansa yang berbeda dari anime Jepang.
- Pace yang Cepat: Beberapa donghua bergerak dengan alur cerita yang sangat cepat, seringkali dengan banyak power-up dan konflik dalam setiap episode.
Contoh Donghua Terkemuka:
- Mo Dao Zu Shi (Grandmaster of Demonic Cultivation): Salah satu donghua 2D paling populer yang mendapatkan pengakuan internasional. Dengan visual yang indah, cerita fantasi-cultivation yang kompleks, dan karakter yang mendalam, donghua ini telah menarik banyak penggemar di luar Tiongkok.
- Link Click (Shiguang Dailiren): Donghua 2D lain yang mendapat pujian kritis karena plotnya yang cerdas, animasi yang unik, dan tema yang emosional.
- Scissor Seven (Wu Liuqi): Sebuah donghua komedi aksi 2D dengan gaya animasi yang sangat khas dan humor yang unik, juga sukses di platform internasional seperti Netflix.
- The King’s Avatar (Quanzhi Gaoshou): Donghua 2D yang populer di kalangan penggemar esports, menceritakan tentang seorang pemain game profesional yang bangkit kembali.
Tantangan bagi donghua adalah regulasi sensor yang ketat di Tiongkok dan kebutuhan untuk menembus pasar global yang sudah didominasi oleh anime Jepang dan animasi Barat. Namun, dengan kualitas produksi yang terus meningkat dan cerita yang menarik, donghua memiliki potensi besar untuk menjadi pesaing global.
2. Korea Selatan: Dari Webtoon Menjadi Aeni Global
Korea Selatan, yang dikenal dengan K-Pop dan K-Drama, juga memiliki industri animasi yang berkembang pesat, yang sering disebut sebagai Aeni (애니). Mirip dengan Tiongkok, industri animasi Korea sangat didorong oleh popularitas manhwa (komik Korea) dan terutama webtoon, komik digital yang dibaca secara vertikal.
Banyak aeni populer adalah adaptasi dari webtoon yang telah sukses besar, yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan basis penggemar yang sudah ada. Animasi Korea seringkali mempertahankan gaya visual yang bersih, karakter yang menarik, dan alur cerita yang kuat, terutama dalam genre fantasi, romansa, dan slice-of-life.
Karakteristik Utama Aeni:
- Adaptasi Webtoon: Ini adalah sumber materi utama bagi banyak aeni, memastikan cerita yang sudah terbukti menarik.
- Gaya Visual yang Fleksibel: Aeni dapat bervariasi dari gaya yang sangat mirip anime Jepang hingga gaya yang lebih khas Korea, seringkali dengan desain karakter yang sleek dan fashionable.
- Fokus pada Karakter dan Plot: Seperti drama Korea, aeni seringkali menekankan pengembangan karakter yang mendalam, hubungan interpersonal, dan alur cerita yang penuh intrik.
- Kualitas Produksi Tinggi: Studio-studio Korea Selatan dikenal dengan kemampuan teknis mereka yang mumpuni, seringkali bekerja sama dengan studio Jepang atau Barat.
Contoh Aeni Terkemuka:
- Tower of God: Salah satu aeni yang paling dikenal secara internasional, diadaptasi dari webtoon populer. Animasi yang unik dan alur cerita fantasi yang kompleks membuatnya menjadi favorit penggemar.
- The God of High School: Aeni lain yang diadaptasi dari webtoon, dikenal dengan adegan pertarungan yang dinamis dan koreografi yang memukau.
- Noblesse: Juga adaptasi webtoon, menampilkan dunia vampir modern dengan aksi dan misteri.
- Lookism dan Solo Leveling (mendatang): Kedua webtoon raksasa ini sedang dalam proses adaptasi aeni, menunjukkan potensi besar industri Korea di kancah global.
Aeni telah menemukan jalur ke pasar global melalui platform streaming seperti Crunchyroll dan Netflix, yang berinvestasi dalam adaptasi webtoon. Tantangan utama adalah membangun identitas yang kuat dan berbeda dari anime Jepang, meskipun kolaborasi antara studio Korea dan Jepang juga sering terjadi.
3. Amerika Utara: Fusion Gaya Barat dan Timur
Amerika Serikat dan Kanada telah lama menjadi pemain utama dalam industri animasi, tetapi dalam dua dekade terakhir, kita telah melihat peningkatan tajam dalam produksi animasi yang secara eksplisit terinspirasi oleh anime. Ini bukan sekadar peniruan, melainkan fusi cerdas antara estetika visual anime Jepang dengan gaya penceritaan dan humor khas Barat.
Karakteristik Animasi Bergaya Anime dari Amerika Utara:
- Naratif Berseri yang Kompleks: Berbeda dengan kartun Barat tradisional yang seringkali episodik, serial ini cenderung memiliki alur cerita yang berkelanjutan, pengembangan karakter yang progresif, dan world-building yang mendalam, mirip dengan anime.
- Desain Karakter Ekspresif: Mengadopsi beberapa ciri khas anime seperti mata besar, rambut yang ekspresif, dan bahasa tubuh yang berlebihan untuk menyampaikan emosi.
- Tema yang Lebih Dewasa: Seringkali mengeksplorasi tema-tema yang lebih serius atau kompleks dibandingkan kartun anak-anak pada umumnya, menarik audiens yang lebih luas.
- Kolaborasi Internasional: Banyak produksi melibatkan studio animasi di luar negeri, termasuk Korea Selatan dan Jepang, untuk pengerjaan animasi.
Contoh Terkemuka:
- Avatar: The Last Airbender & The Legend of Korra: Mungkin contoh paling ikonik dari "anime Amerika". Dengan gaya seni yang memukau, world-building yang kaya, karakter yang mendalam, dan tema-tema filosofis, kedua serial ini berhasil menjembatani kesenjangan antara animasi Barat dan Timur.
- RWBY: Diproduksi oleh Rooster Teeth, serial 3D CGI ini dimulai sebagai serial web dan mendapatkan popularitas besar dengan gaya pertarungan yang dinamis dan desain karakter yang unik.
- Castlevania: Adaptasi game dari Netflix ini menunjukkan bagaimana gaya anime dapat digunakan untuk cerita fantasi gelap dengan aksi yang brutal dan kualitas animasi yang tinggi.
- Voltron: Legendary Defender: Reboot dari serial klasik, juga dengan sentuhan gaya anime yang modern.
- Spider-Man: Into the Spider-Verse: Meskipun bukan serial, film animasi pemenang Oscar ini menunjukkan pengaruh gaya anime dalam adegan aksi dan ekspresi karakter, menciptakan visual yang revolusioner.
Animasi dari Amerika Utara seringkali memiliki anggaran produksi yang lebih besar, memungkinkan kualitas visual yang sangat tinggi dan kemampuan untuk menarik talenta terbaik dari seluruh dunia.
4. Eropa: Sentuhan Artistik dan Cerita yang Berani
Eropa, dengan sejarah seni dan animasi yang kaya, juga telah menghasilkan beberapa karya yang sangat terinspirasi oleh anime, seringkali dengan sentuhan artistik dan penceritaan yang unik. Prancis, khususnya, adalah pusat produksi animasi yang signifikan.
Karakteristik Animasi Bergaya Anime dari Eropa:
- Gaya Seni yang Beragam: Animasi Eropa cenderung lebih eksperimental dengan gaya seni, memadukan pengaruh anime dengan gaya ilustrasi Eropa.
- Penceritaan yang Mendalam: Seringkali berfokus pada narasi yang kuat, pengembangan karakter yang berlapis, dan tema-tema yang lebih filosofis atau sosial.
- Kolaborasi Internasional: Banyak proyek adalah produksi bersama antara beberapa negara Eropa atau dengan studio di Asia.
Contoh Terkemuka:
- Wakfu (Prancis): Sebuah serial fantasi yang diadaptasi dari video game, Wakfu memiliki gaya seni yang sangat khas, dunia yang imajinatif, dan alur cerita yang menarik, dengan jelas menunjukkan pengaruh anime.
- Miraculous: Ladybug & Cat Noir (Prancis/Korea Selatan/Jepang): Meskipun ditujukan untuk audiens yang lebih muda, serial ini memiliki desain karakter yang sleek, adegan aksi yang dinamis, dan alur cerita yang berkelanjutan yang sangat dipengaruhi oleh anime magical girl.
- Code Lyoko (Prancis): Serial sci-fi awal 2000-an ini memadukan animasi 2D untuk dunia nyata dan 3D untuk dunia virtual, dengan desain karakter dan konsep yang terinspirasi anime.
Eropa mungkin tidak menghasilkan volume sebesar Asia Timur atau Amerika Utara, tetapi kualitas dan orisinalitas karya-karya mereka seringkali menonjol.
5. Asia Tenggara dan Lainnya: Menemukan Identitas Lokal
Di Asia Tenggara, India, dan belahan dunia lainnya, industri animasi juga sedang berkembang dan mulai menunjukkan pengaruh anime dalam karya-karya mereka. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal pendanaan dan infrastruktur, ada dorongan kuat untuk menceritakan kisah-kisah lokal dengan gaya visual yang menarik bagi audiens global.
Contoh:
- Trese (Filipina): Serial animasi Netflix ini, diadaptasi dari komik Filipina, memadukan mitologi horor Filipina dengan gaya visual yang sangat terinspirasi anime, menciptakan pengalaman yang unik dan mendebarkan.
- Nusa & Rara (Indonesia): Meskipun lebih ditujukan untuk anak-anak, kualitas animasi dan gaya karakter yang menarik menunjukkan potensi Indonesia dalam produksi animasi.
- Baahubali: The Lost Legends (India): Serial animasi prekuel dari film blockbuster India, menunjukkan upaya India dalam menciptakan animasi epik dengan sentuhan gaya yang akrab bagi penggemar anime.
Negara-negara ini memiliki potensi besar untuk menyajikan cerita yang otentik dan kaya budaya, yang dapat menarik minat audiens global yang mencari sesuatu yang segar dan berbeda dari narasi Barat atau Jepang yang dominan.
Mengapa Fenomena Ini Terjadi?
Ada beberapa faktor pendorong di balik ledakan animasi bergaya anime di luar Jepang:
- Globalisasi dan Internet: Akses mudah ke anime melalui internet dan platform streaming telah memperluas pemahaman dan apresiasi terhadap gaya ini.
- Kemajuan Teknologi: Perangkat lunak dan alat animasi yang lebih mudah diakses dan terjangkau memungkinkan studio di mana saja untuk memproduksi animasi berkualitas tinggi.
- Pengaruh Budaya Jepang: Anime telah menjadi kekuatan budaya global, menginspirasi seniman dan pencerita di seluruh dunia untuk mengadopsi elemen-elemennya.
- Keinginan untuk Cerita Berbeda: Banyak kreator di luar Jepang ingin menceritakan kisah-kisah mereka sendiri, dengan latar belakang budaya lokal, tetapi dengan gaya visual yang menarik dan terbukti sukses secara global.
- Permintaan Pasar: Ada permintaan yang besar dari penonton global untuk konten animasi yang lebih dari sekadar kartun anak-anak, dan gaya anime memenuhi celah ini.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun pertumbuhan yang pesat, animasi bergaya anime dari negara lain menghadapi tantangan. Dominasi Jepang dalam hal branding dan warisan masih sangat kuat. Masalah pendanaan, ketersediaan talenta, dan kadang-kadang sensor pemerintah (terutama di Tiongkok) juga dapat menghambat produksi.
Namun, peluangnya jauh lebih besar. Dengan kemampuan untuk menyajikan perspektif budaya yang unik, cerita yang belum pernah diceritakan, dan inovasi visual, animasi dari negara lain dapat memperkaya lanskap global. Kolaborasi internasional, investasi dari platform streaming, dan pertumbuhan basis penggemar global akan terus mendorong perkembangan ini.
Kesimpulan
Dunia animasi telah melampaui batas-batas geografis dan budaya. Anime, meskipun berakar kuat di Jepang, kini telah menjadi bahasa visual global yang diadaptasi dan diinterpretasikan ulang oleh para kreator di seluruh dunia. Dari donghua epik Tiongkok, aeni adaptasi webtoon Korea, hingga fusi gaya Barat-Timur di Amerika Utara dan sentuhan artistik Eropa, setiap wilayah menambahkan nuansa dan identitasnya sendiri.
Fenomena ini bukan hanya tentang meniru, melainkan tentang evolusi seni animasi itu sendiri. Ini adalah bukti bahwa cerita-cerita hebat dan gaya visual yang memukau dapat datang dari mana saja, memperkaya pengalaman penonton, dan membuka jalan bagi era baru keragaman dan inovasi dalam dunia animasi. Masa depan animasi global akan menjadi lebih berwarna, lebih beragam, dan tentu saja, lebih menarik.